Lepas fajar berlangit petang
pipih kemerahan merayap di ufuk timur
mmbuka mata meratapi malam yg berlalu
Jendela kehidupan lahir menatap seisi bumi
membelai kulit ari
cerahkan raut wajah
termangu buaian mimpi semalam
Lahirnya adalah langkah baru
usai yg lalu
pulaskan gelap hati
meredam pahit manis kenangan yg merajam jiwa
meski terkadang NURmu terhalang hiasan awan
sedikitpun tak letih inginmu menerpa perihmu
Terpana akan indahnya dunia
terjerumus asa rindukan maya
gelapnya butakan hidup
sunyi hati tebarkan duka lara
Tentang mentari bukanlah bumi seisinya
tentang hidup bukanlah mimpi tiada arah
Merajut asa tak lekang alur masa
waktu melaju sedetiknya merindu
mentari kehidupan berlari
menggapai mnyentuh kenyataan
Auramu sungguh nyata
hadirkan surga dalam jiwa
sepenuh hati ciptakan merdu suara
bisikkan kata gemulai
merasuk menghapus tetesan air mata duka
Engkaulah mentari
nafasmu penuh makna
di setiap lembutmu
hadirkan kesejukkan
yg kan kekal abadi dalam ruang kehidupan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar