Ketika manis senyuman hanya ketidak-relaan
tidaklah ada arti tetes air mata
Sepenuh waktu menjanjikan kebutaan
seindah kisah yg telah terhapuskan
tidakkah segalanya penuh kebisuan
bukankah selamanya sesal kehampaan
Mungkin itu kepastian
mungkin itu akhir dari keputusan
Jika PELANGI itu sangatlah penuh keindahan
mengapakah ia tak ingin kembali pada tujuan
mengapakah ia pergi tinggalkan hujan
Apa dan siapa
takkan punya jawaban tentangmu
tentangmu PELANGI di atas ukiran nisan berbatu
tentangmu PELANGI bertabur kembang yg kan layu
Dengarlah PELANGI itu bernyanyi sunyi
biarlah PELANGI itu tersenyum lagi
dalam kesendiriannya
dalam hangat dekapan putih selimutnya
menjemput mimpi keabadian
PELANGI
biarkan air mata ini membasahi nisanmu
lalu keringkanlah dengan sejuta kenanganmu
Dalam kesucian hatimu
kan ku lepas segenap ketulusan ini dengan manja pelukan
dengan siksa senyuman
bersama suka duka kita yg terbit dan terbenam
bersama sesal jiwa yg ku jadikan mimpi masa depan
Terbanglah PELANGI
raihlah mimpimu dalam keabadian
rebahlah ragamu dalam senyuman
dan tenanglah di sisi TUHAN YANG PENYAYANG,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar